les privat

Mencintai Selayaknya Dicintai

Author Image

Umi Zidna

10 January 2026, 13:07 WIB

Dengan semangat hidup secara islami Bapakku mengajarkan untuk tidak merayakan ulang tahun, tapi saat umurku 17, mamaku masak dan mengundang teman2 dekat makan, aku pun diberi beliau hadiah.

Saat itu aku bisa menangkap bahwa beliau ingin memberiku: Cinta yang selayaknya

Tentu saja ulang tahun merupakan budaya remaja th 2008 saat itu, trendnya ya begitu. Ga penting buat mama bapakku, tapi aku rasa saat itu aku jg mau sekali saja sweet 17an. Yang bisa ngebaca hati kecilku ya mamaku.

Dari situ aku belajar, cara mengekspresikan cinta adalah dengan mencintai selayaknya orang dicintai. Manusia dewasa mampu mengekspresikan cinta dengan memberikan hal-hal yg disukai oleh yang dicintai dengan selayaknya. Aku diperlakukan mama selayaknya aku remaja saat itu. Apa yang remaja umumnya dapat, aku dapatkan, tidak sempurna , tapi aku sadar aku diupayakan.

Tidak jauh berbeda saat sudah menjadi istri dan ibu, meski suamiku cenderung tidak menyukai budaya ulangtahun, aku ga kekurangan cinta.

Sekarang aku sudah jadi orangtua, dan melihat kedua pasang orangtua kami. Terbersit pikiran, mungkinkah aku belum mencintai mereka selayaknya?

Kondisinya sudah berbeda, aku juga sudah mampu mencintai selayaknya, pertanyaan nya, mau atau tidak?

Masalahnya Adalah, orangtua punya stock energi melimpah untuk mencintai anak secara layak, namun sebaliknya anak punya stock energi terbatas dan terbagi

Sebagai orangtua, rasanya punya kemampuan menggali ke dalam bumi demi anak, namun sebagai anak perjalanan beda kota saja perlu pertimbangan lama. Itulah mungkin kasih ibu sepanjang zaman, kasih anak sepanjang galah.

-Apalah apalah-

Mama bapakku hobi gardening, mamaku satunya hobi arisan. Kukira apalah-apalah hobi mereka itu, ga paham aku. Namun saat dicoba meluruskan pikiran, kutemukan juga apalah-apalah pengorbananku yakan?

Seberapa mahal si tanaman-tanaman flower itu ganyampe juga berjuta2. Ga seberapa.

Pun seberapa menyita duit arisan itu? Ga gitu ngaruh ke cashflow. Bersyukur aku selama ini udah bener aku mensupport hobi mereka. Mengambil Langkah menyenangkan hati mereka melalui hal-hal yang mereka suka.

Ini bukan tentang kewajiban memperlakukan orangtua dg baik.

Ini tentang: menjadikan ridho orangtua sebagai jalan pintas dapat Ridho Allah, mau atau tidak?

Aku tau perjalanan ini tidak mudah, untuk sekedar tetap tenang dan elegan saat marah sama orangtua saja butuh energi dan strategi tersusun. Yang ada kita masih keliatan kacaunya

Tapi..

رَبُّكُم اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُم اِنْ تَكُوْنُوْا صلِحِيْنَ فاِنَّهُ كَانَ للاوّابِينَ غَفُورًا

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Jika kamu adalah orang-orang yang saleh, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat. Al-Isra:25

Author Image

Author

Umi Zidna

Muslimah, Ibu, Pembelajar dan Pengajar.

Leave a Comment


Math Captcha
91 − = 90